UN Panel on Critical Energy Transition Minerals
Oleh Muhammad Dwiki Mahendra
Tentang publikasi ini
UN Panel on Critical Energy Transition Minerals (CETM) menekankan bahwa proses transisi energi harus menjunjung nilai-nilai kesetaran dan keadilan melalui implementasi standar Hak Asasi Manusia (HAM), hak masyarakat adat maupun lokal dan perlindungan lingkungan.
Critical Energy Transition Minerals (CRMs) atau bahan baku kritis merujuk pada logam, non-logam (mineral), dan zat lain (i.e Helium) yang dianggap penting untuk transisi energi terbarukan, ekonomi digital, dan keamanan nasional, serta yang pasokannya dapat berisiko karena kelangkaan geologis, masalah geopolitik, kebijakan perdagangan, atau faktor lainnya. Bahan baku tersebut digunakan sebagai komponen penting dalam berbagai teknologi energi hijau dan terbarukan seperti panel surya, baterai, dan turbin angin. Kebutuhan pasar atas mineral-mineral ini telah meningkat 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir dan diperkirakan akan meningkat antara 2 kali hingga 4 kali lipat pada tahun 2040.
Tambahan dari isi dokumen: sional, serta yang pasokannya dapat ber- isiko karena kelangkaan geologis, masalah geopolitik, kebijakan perdagangan, atau fak- tor lainnya. Ke- butuhan pasar atas mineral-mineral ini telah meningkat 2 kali lipat dalam 5 tahun terakh- ir dan diperkirakan akan meningkat antara 2 kali hingga 4 kali lipat pada tahun 2040. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khu- sus Ibukota Jakarta 12740 [email protected] Koalisi Nasional Publish What You Pay Indonesia Yayasan Transparasi Sumber Daya Ekstraktif Series Factsheet PWYP Indonesia No 2 Tahun 2025 Perjalanan UN Panel CETM Jl.
Rekomendasi dan implikasi yang ditegaskan dalam teks mencakup: Rekomendasi yang dikeluarkan Panel CETM bersifat non-binding dan berfung- si sebagai cetak biru yang dapat diadopsi oleh negara-negara ke dalam kebijakan nasional masing-masing.

