Lompat ke konten utama
Publish What You Pay Indonesia — a member of the Resource Justice Network
Publikasi2015

Tren Batubara ASEAN: Tantangan dan Peluang Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC)

Oleh Asra Virgianita, Dosen, Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Santi Hapsari Paramitham, Pemakalah, Pusat Studi ASEAN, Meliana Lumbantoruan

Tentang publikasi ini

produksi batubara di Asia Pasifik. Selain itu, masing-masing negara juga memiliki pola penggunaan

energi yang berbeda. Disisi lain ASEAN sudah memiliki inisiatif kerangka perdagangan bebas yang disebut sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC). AEC dapat membantu mengintegrasikan pasar di ASEAN dan membangun kesadaran negara-negara ASEAN untuk mengembangkan prasarana kecukupan energi maupun teknologi batubara bersih.

Tambahan dari isi dokumen: Di era pasar global dan regional, negara-negara diharapkan kompetitif agar bisa bertahan dari arus komoditas asing maupun bersaing melalui produk-produknya di pasar luar negeri. Hal ini membutuhkan prasarana yang berkualitas tinggi, termasuk teknologi, transportasi, listrik dan pasokan energi.

Rekomendasi dan implikasi yang ditegaskan dalam teks mencakup: ASEAN Coal Trend Challenges and Opportunities on Facing ASEAN Economic Community (AEC) Tren Batubara ASEAN Tantangan dan Peluang Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) Asra Virgianita, Ph.D Santi Hapsari Paramitham, S.Sos Meliana Lumbantoruan, M.A Tren Batubara ASEAN: Tantangan dan Peluang Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) KDT : ….. Dosen, Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia Santi Hapsari Paramitham, S.Sos.

Jelajahi publikasi lainnya
Tren Batubara ASEAN: Tantangan dan Peluang Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) — PWYP Indonesia