Open Data + Industri Ekstraktif
Tentang publikasi ini
Publish What You Pay Indonesia (PWYP Indonesia) didukung oleh program SEATTI/Hivos berinisiatif membantu optimalisasi teknologi informasi dalam upaya perbaikan tata kelola sektor Industri ekstraktif melalui pengembangan teknologi informasi dan open data untuk memastikan informasi yang ada diketahui dan dipahami publik, peningkatan kapasitas pemantauan dan pengawasan kinerja industri, dan pemerintah dalam pengelolaan anggaran, serta memfasilitasi penguatan peran masyarakat dalam mendorong perbaikan kebijakan dan tata kelola sumber daya alam dan ekstraktif.
Program ini juga melakukan aktifitas pilot di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Swandiri Institute, dengan aktifitas termasuk penggunaan teknologi drone untuk pemetaan dan pengawasan kawasan industri ekstraktif serta penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan advokasi dan pelaporan oleh masyarakat adat dayak. Program ini juga mengembangkan portal Open Data Ekstraktif yang berupaya untuk menghadirkan laporan EITI Indonesia dalam bentuk open data format dan visualisasi data EITI yang mudah difahami oleh publik dan easy friendly used.
Tambahan dari isi dokumen: PWYP Indonesia memfasilitasi pengembangan laporan EITI dan data ekstraktif terkait dalam bentuk yang mudah digunakan. Laporan EITI sendiri terdiri dari satu set data pembayaran perusahaan, dana bagi hasil untuk pemerintah daerah, data produksi, dan informasi lain terkait tren dalam industri ekstraktif dan tata kelola. Data-data EITI ini juga dikombinasikan dan dianalisis dengan data belanja pemerintah, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, data spasial, dan lain-lain.
Rekomendasi dan implikasi yang ditegaskan dalam teks mencakup: Informasi yang dibagikan oleh pemerintah atau sumber-sumber lainnya perlu diproses, dianalisis dan dikomunikasikan secara efektif kepada publik. Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, praktisi dan teknisi (seperti pengembang aplikasi, kartografer, perancang multimedia, dan sebagainya) dapat memainkan berbagai macam peran untuk optimalisasi manfaat Open Data sebagai modal berharga untuk memperbaiki pelayanan publik dan mendorong tata kelola yang baik.

