Lompat ke konten utama
Publish What You Pay Indonesia — a member of the Resource Justice Network
Publikasi2022

Indonesia dalam Rantai Perdagangan Global dan Kerja Sama G20

Oleh Rizky Ananda Wulan SR1, Radikal Lukafiardi2

Tentang publikasi ini

Pandemi COVID-19 semakin mempertegas pentingnya pengaturan ulang lanskap perdagangan internasional yang berada pada pusat fenomena rantai nilai (pasokan) global (global value chain/GVC), dimana sistem produksi tersebar dan terbagi di berbagai negara agar menghasilkan efektivitas dan keuntungan yang tinggi. Dalam GVC, setiap negara mengambil peranan masing-masing, baik sebagai penyedia bahan baku, produk antara, maupun barang jadi.

Dalam perekonomian global, Indonesia tidak terlepas dari rangkaian GVC, meski partisipasi Indonesia dalam GVC saat ini dipandang masih belum optimal. Merujuk pada neraca perdagangan Indonesia, komoditas utama ekspor Indonesia masih didominasi oleh produk dengan nilai tambah rendah (low value added), yakni sumber daya mineral dan bahan galian tambang. Situasi serupa juga banyak ditemukan di negara berkembang lainnya, utamanya negara penghasil sumber daya alam. Padahal partisipasi dalam GVC sendiri telah terbukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara berkembang (World Bank, 2020).

Kertas kebijakan ini menawarkan rekomendasi aksi yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan partisipasinya dalam GVC, khususnya dengan mengoptimalkan kerjasama multilateral G20 sebagai forum internasional yang dipandang memiliki peranan krusial dalam menentukan arah perekonomian global. Untuk itu, kertas kebijakan ini akan terlebih dahulu mengidentifikasi komitmen G20 seputar perdagangan untuk meletakkan posisi G20 dalam isu GVC yang dilanjutkan dengan ulasan singkat agenda prioritas pemerintah Indonesia dalam G20, khususnya terkait GVC. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan latar belakang posisi G20 dan pemerintah Indonesia dalam isu GVC dan merekomendasi langkah strategis agar Indonesia dapat mengambil manfaat yang optimum bagi perekonomian domestik.

Tambahan dari isi dokumen: dan jasa) telah menunjukkan tren positif sejak kuartal ke-3 tahun 2020 (UNCTAD, 2021). Anggota G20 mewa kili 85% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global, 75% perdagangan internasional, dan 60% populasi dunia. Karenanya G20 dianggap memi liki peranan krusial dalam menentukan pertum buhan ekonomi global; G20 menjadi forum kunci untuk membahas persoalan utama dalam agenda ekonomi dan arsitektur keuangan global, terma suk agenda-agenda di sektor perdagangan dan GVC.

Rekomendasi dan implikasi yang ditegaskan dalam teks mencakup: aksi yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan partisipasinya dalam GVC, khususnya dengan mengoptimalkan kerjasama multilateral G20 sebagai forum internasional yang dipandang memiliki peranan krusial dalam me nentukan arah perekonomian global. Hal ini dimaksudkan untuk membe rikan latar belakang posisi G20 dan pemerintah Indonesia dalam isu GVC dan merekomendasi langkah strategis agar Indonesia dapat meng ambil manfaat yang optimum bagi perekonomian domestik. Anggota G20 mewa kili 85% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global, 75% perdagangan internasional, dan 60% populasi dunia.

Jelajahi publikasi lainnya
Indonesia dalam Rantai Perdagangan Global dan Kerja Sama G20 — PWYP Indonesia